IBU RUMAH TANGGA = PENGANGGURAN??

Di tulis by email oleh adek iparku RAHMI UTAMISARI mamanya si Ipin ponakan gondrongku Aimi chan..

Saya tidak bekerja. Saya hanya ibu rumah tangga biasa.”

Pernah dengar seperti itu? Aku sering. Masak sih ibu rumah tangga itu ga kerja?

Suatu kali aku berdiskusi dengan temanku tentang hal ini. Hasilnya, justru ibu rumah tangga mempunyai pekerjaan paling berat di dunia. Tidak percaya? Mari kita kaji job desk ibu rumah tangga satu per satu.

Tugas utama seorang ibu rumah tangga adalah mendidik anak dalam arti yang sangat luas. Dimulai dengan mendidiknya untuk bisa bicara, berjalan, makan, mandi, membaca, berhitung, menggambar, hingga menari dan menyanyi. Artinya, seorang ibu adalah guru : therapis, guru matematika, guru bahasa, guru olahraga, guru musik. Seorang ibu juga guru agama karena seorang ibu wajib hukumnya untuk mengajarkan anaknya solat, puasa, bersedekah, mengajarkan mengucap salam, membaca bismillah, mengaji, dan lain-lain. Seorang ibu juga wajib untuk mendidik anaknya agar berkelakuan baik, seperti bagaimana berteman, berempati, menghormati orangtua, berlaku sopan, bertutur kata yang baik. Artinya, ibu juga guru etika. Sekolah kepribadian hanyalah kepanjangan tangannya. Seorang ibu juga mengajarkan anaknya untuk berpenampilan yang rapi dan indah. Mengenakan pakaian yang lucu dan memadupadankan warnanya, membedaki wajahnya, menyisir dan memberikan hiasan di rambutnya. Artinya, ibu adalah penata rias dan busana.

Tugas kedua adalah menjadi dokter, juga perawat, baik fisik maupun jiwa. ASI yang diberikan seorang ibu kepada anaknya adalah obat mujarab bagi tumbuh kembang fisik dan jiwa anak. Dari ibu, seorang anak diajarkan untuk menjaga kebersihan, makan makanan yang sehat, berolahraga, dan tidur yang cukup. Ibu memberi anak kompres bila demam, memberi obat merah bila luka, mengoles minyak telon di perut bila kembung. Memang, obat-obatan yang diberikan ibu tidak secanggih obat yang diberikan oleh dokter sungguhan. Tapi dengan sentuhannya, pelukannya, belaiannya, kecupannya, pijatannya, dan ucapannya, derita sakit anak akan sangat berkurang. Ini berkaitan erat dengan tugas ibu selanjutnya, yaitu sebagai penasihat dan motivator. Seorang ibu wajib memberikan kata-kata yang bijak dan penuh semangat kepada anak dan suaminya agar anak rajin belajar, rajin beribadah, dan bagi suami menjadi rajin mencari nafkah. Untuk itu, seorang ibu harus siap menjadi wadah tumpahan keluh kesah dari anak dan suami, menjadi teman curhat yang menyenangkan, menjadi pendengar yang baik.

Tugas ibu selanjutnya adalah berkaitan dengan fisik. Membersihkan rumah, menyapu, mengepel lantai, membersihkan WC. Ibu adalah “office girl”. Ibu juga seorang koki sekaligus ahli gizi. Mengatur pola makanan yang sehat, halal, dan bergizi seimbang, kemudian diraciknya menjadi makanan yang lezat disantap anak dan suaminya. Ibu juga siap menjadi tukang binatu, karena mencuci dan menyetrika pakaian adalah bagian dari tugasnya.

Jika dianalogkan dalam struktur perusahaan, tugas ibu lainnya adalah manajer. Ibu menjadi manajer keuangan, karena dia harus pintar dan bijak menggunakan dana keluarga untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, serta menyimpan sisanya untuk tabungan masa depan. Ibu juga mengatur pengadaan barang dan jasa di rumah tangga. Membuat daftar belanja harian dan bulanan, serta membeli barang-barang tersebut sesuai kebutuhan keluarga.

Seorang ibu juga bertugas sebagai sebagai desainer dan arsitek. Menciptakan rumah yang indah dan nyaman untuk dihuni oleh anak dan suaminya menjadi tugas kesehariannya. Dan yang tidak kalah penting tugas ibu lainnya adalah sebagai tenaga ahli perencana. Blue print rencana keluarga jangka pendek, menengah, dan panjang sudah tercetak di otaknya. Seorang ibu sudah menyiapkan strategi dan kebijakan rumah tangga untuk menambah anak, menyiapkan pendidikan anak, membeli rumah dan kendaraan, dan lainnya.

Itu hanya garis besar tugas seorang ibu. Masih banyak tugas ibu lainnya yang belum disebutkan. Dari hal itu saja sudah dibayangkan, betapa berat tugas yang harus dijalankan oleh seorang ibu. Perlu diingat, tugas ibu tidak mengenal jam kerja. Tugas ibu adalah sepanjang hari, tujuh hari dalam seminggu, 365 hari dalam setahun. Artinya, ibu tidak pernah libur dan cuti. Tidurnya seorang ibu hanyalah posisi standby yang sewaktu-waktu siap bangun bila anak dan suami membutuhkannya. Pensiunnya adalah ketika ajal menjemputnya. Apakah seorang ibu diberi gaji? Uang yang diterima seorang ibu adalah nafkah dari suami, itupun bila mencukupi setelah dikurangi kebutuhan keluarga. Kadangkala, seorang ibu juga menjadi pekerja lain untuk membantu ekonomi keluarga. Hanya pahala dari ALLAH SWT yang pantas untuk menggaji seorang ibu, yaitu surga. Maka tak heran, bila surga ada di bawah telapak kaki ibu.

Jadi, benarkah ibu rumah tangga itu tidak bekerja?

Hanyalah surga yang pantas untuk membayar pekerjaannya.

102 Komentar (+add yours?)

  1. myardani
    Des 26, 2009 @ 00:01:40

    setujuuu bundooo……

    Balas

  2. alikastore
    Des 28, 2009 @ 00:01:41

    myardani said: setujuuu bundooo……

    *hugsss*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: